Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: Alkitab

  • Renungan Alkitab : Yehezkiel 10 – Hanya satu yang kutahu dan kukenal.

    Renungan Alkitab : Yehezkiel 10 – Hanya satu yang kutahu dan kukenal.

    Seringkali pada saat kita diundang ke tempat yang baru, misalkan ke suatu acara yang dihadiri banyak orang, maka secara naluri kita akan mencari seseorang yang familiar bagi kita.

    Nanti saat kita diundang pulang ke rumah Bapa, kita akan melihat begitu banyak orang lain, dan mungkin juga kerub-kerub yang diceritakan pada pasal ini. Mungkin saja kita bingung (saya tidak tahu apakah masih ada perasaan bingung di sana). Namun yang pasti kita akan merasa tenang dan sukacita saat kita mendengar suara Bapa.

    Yehezkiel 10:1-2 TB
    [1]  Lalu aku melihat, sungguh, di atas cakrawala yang di atas kepala kerub tampak di atas mereka sesuatu yang menyerupai takhta, yang seperti permata lazurit kelihatannya. [
    2]  Maka Ia berkata kepada orang yang berpakaian lenan itu: ”Masuklah ke bawah kerub dari antara roda-rodanya dan penuhilah rangkup tanganmu dengan bara api dari tengah-tengah kerub itu dan hamburkan ke atas kota itu.” Lalu aku melihat dia masuk.

    https://bible.com/bible/306/ezk.10.1-2.TB

    Membayangkan ilustrasi yang disampaikan tentang kerub, kemudian apa yang mereka lakukan dan peristiwa yang disampaikan pada pasal 10 ini cukup membingungkan buat saya. Membuat saya akhirnya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan saya bingung, ada apa dengan kerub-kerub ini dan roda-rodanya? Siapa mereka dan buat apa mereka?”. Pikiran dan hati saya menjadi gusar.

    Namun Tuhan menjawab saya dengan lembut, agar saya tidak terlalu pusing memikirkan ilustrasi itu. Fokuslah padaKu. Dan seketika itu saya merasa tenang, saya fokus menelusuri apa yang Tuhan katakan, dan apa yang Tuhan lakukan, bukan kerub-kerub itu.

    Di dalam dunia ini, terutama di masa sekarang ada begitu banyak distraksi. Hal-hal yang membuat kita terpana, heran dengan berbagai macam bentuk dan hal-hal luar biasa di mata kita. Namun ternyata itu semua membuat pikiran kita penuh dan hati kita menjadi gusar. Kusut karena terlalu banyak sehingga sulit kita cerna.

    Hanya Tuhan dan perkataanNya yang membuat hati dan pikiran kita tenang serta damai. Ia hidup dan firmanNya pun hidup dan sanggup menenangkan pikiran kita yang kusut, menenangkan hati kita yang panas dan gusar karena begitu banyak hal yang masuk dan sepertinya harus kita lakukan, kita cemas kalau kita tidak memiliki, tidak bisa atau tidak menjadi seperti yang kita lihat.

    Di tengah segala kekusutan, dan seperti ketidakpastian akan masa depan, maka kehadiran pribadi Allah, suaraNya akan membuat semuanya tenang. Akan membuat semuanya terasa seperti akan baik-baik saja. Dan itu bukan hanya perasaan saja karena kalau benar-benar kita mendengar dan melakukan apa yang Tuhan minta dan kita selalu fokus mencari Tuhan, maka benar-benar kita akan bisa menghadapi segala hal yang jadi masalah atau pergumulan bagi kita.

    Kembalilah, berbaliklah kepada Tuhan jika saat ini jalan yang anda lalui menjauh daripadaNya. Semakin jauh, semakin susahlah hati anda. Saat dekat dengan Tuhan maka kita akan melihat jalan-jalan yang terbuka dari setiap pergumulan yang sedang kita hadapi.

    Doa:

    Ya Tuhan, disaat kami bingung, disaat pikiran kami kusut karena kami terdistraksi oleh berbagai macam hal dan sulit berpaling kembali, tolong jemput kami ya Tuhan. Tolong tarik tangan kami ya Tuhan.

    Jangan biarkan kami tersedot ke dalam rancangan tipu daya dunia, yang membawa kami ke dalam kekelaman.

    Ya Tuhan, hadirlah selalu dalam hati kami. Dan biarlah perkataanMu yang mendominasi, menguasai pikiran dan hati kami. Kami mau menundukkan hati kami, pikiran kami mau kami letakkan di bawah kakiMu. Ambil kendali ini ya Tuhan, bawalah kami kemana Engkau mau, kami mau turut dan taat.

    Amen

  • 19. 1 Timotius 4 – Membangun diri dalam melayani dan memberitakan Injil

    19. 1 Timotius 4 – Membangun diri dalam melayani dan memberitakan Injil

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini mendengarkan arahan Paulus kepada Timotius melalui suratnya yang pertama, bab 3 dan 4.

    Ayat rhema hari ini:

    Terutama di bab 4, saya mendapatkan prinsip-prinsip dalam melayani, terutama prinsip dalam membangun diri kita sendiri dalam rangka melayani dan memberitakan Injil.

    ‭‭1 Timotius 4:6 TB‬‬
    [6] Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

    https://bible.com/bible/306/1ti.4.6.TB

    Dan di ayat-ayat selanjutnya Paulus menyampaikan beberapa hal terkait tugas Timotius dalam melayani, membangun dan memberitakan Injil.

    Renungan

    1. Kita harus mendidik diri kita dalam hal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat.

    Itu berarti kita memang harus belajar, bagaimana ceritanya kita mau memberitakan Injil jika kita tidak tahu, tidak memahami Injil itu sendiri? Bagaimana kita mau menceritakan kebaikan Tuhan Yesus jika kita tidak pernah berusaha mengenal pribadiNya dan hidup bergantung kepadaNya?

    2. Menjauhi takhayul dan dongeng nenek-nenek tua.

    Takhayul dan dongeng nenek-nenek tua itu membuat kita bingung. Walaupun seperti hal-hal yang sederhana, tidak nyata, hanya khayalan, justru dapat meracuni pikiran dan hati kita. Bisa jadi iman kita melemah karena dari sekedar mendengar cerita takhayul dan dongeng menjadi mulai percaya sedikit-sedikit. Tutup kuping rapat-rapat agar jangan goyah iman kita.

    3. Rajin beribadah

    Ini ayat emas yang kita juga sering dengar:
    Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. ‭‭1 Timotius 4:8 TB‬‬

    Mungkin ada banyak orang yang menganggap remeh ibadah, ah itu hanya ritual saja. Bisa saja kita berpendapat seperti itu, itu karena kita tidak pernah sungguh-sungguh saat beribadah, pikirannya kemana-mana, sambil chat WA urusan pekerjaan, dan alasan lain-lain sehingga kita tidak pernah merasakan manfaat dan kegunaannya bagi diri kita. Sehingga kita tidak menganggap ibadah itu sebagai sesuatu yang penting.

    4. Menjadi teladan

    Dalam hal:

    • Perkataan
    • Tingkah laku
    • Kasih
    • Kesetiaan, dan
    • Kesucian

    Dengan senantiasa berusaha menjadi teladan dalam hal-hal tersebut, kita akan mendapatkan respect, rasa hormat dari siapa pun termasuk dari orang-orang yang secara usia mungkin lebih senior.

    5. Bertekun dalam membaca Firman Tuhan.

    Nahhh… kembali lagi ke Alkitab. Tidak bisa tidak karena Firman Tuhan adalah sumber dari segala sumber jika kita ingin membangun dan menjaga diri kita sebelum membangun dan mengajar orang lain. Firman Tuhan inilah yang akan memperkaya hidup kita dengan hikmat, yang akan menuntun kita dalam menjalani proses transformasi diri, transformasi karakter kita agar semakin serupa dengan Tuhan.

    Harapan dan Doa

    Ya Tuhan jangan lepaskan tangan kami ya Tuhan, agar kami jangan sampai terseret arus dunia ini. Biarlah kami tampak bodoh karena tidak mengikuti trend dunia, tapi berikan kami hikmat agar kami semakin sejalan dengan trendMu ya Tuhan.

    Amen

    Image by mindandi on Freepik

  • BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    Mark 4 The Parable of The Sower

    Jesus told us the parable of the sower.

    And I am sure that all of us have read the explanation about that either.

    What do you think ?

    We all want to be the good soil right? But how ? How can we be the good soil ?

    In verse 20 : They hear the message, accept it, and bear fruit…

    Does it true if we accept the message and then we change to be the good soil?

    No, no, no…. The Acceptance need to be deep one. We need to be active, not just accept by mouth, but in daily acts.

    It is useless if we said that we accept Jesus words but we still have sins.

    So if we want to be the good soil, act upon the messages, on daily basis.

    Pray for growth and Let us grow together in Christ. And let us bear fruits.

  • Perintah Yesus yang Sengaja Dilanggar

    Mark 1

    Apakah anda seorang yang takut akan Tuhan ?

    Apakah anda seorang yang senantiasa mengikuti perintah Tuhan ?

    Ternyata ada loh di Alkitab, yang tidak tahan untuk melanggar perintah Yesus. Bukan cuma tidak melaksanakan tapi tidak tahan untuk tidak melanggar.

    Salah satunya adalah orang kusta yang disembuhkan Yesus pada Markus pasal 1.

    Disebutkan : segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras.

    Tapi apa yang dilakukan orang itu ?

    Disebutkan : Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana.

    Saudaraku, sukacita yang besar tidak dapat ditutup-tutupi.

    Apakah anda dapat membayangkan sukacita yang dirasakan oleh orang kusta ini ?Apakah kita pernah mengalami sukacita seperti orang ini ? Apakah sukacita itu masih ada sampai sekarang ? Atau ada yang belum pernah merasakan sukacita itu?

    Pernahkah kita membayangkan hidup tanpa Kristus?

    Apakah hidup kita akan biasa-biasa saja ?

    Mari kita merenungkan, apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Karena tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini. Semua karena Kasih Karunia Tuhan.

    Mari kita hitung berkatNya. Dan seandainya semua itu tidak ada, apa yang akan terjadi pada hidup kita?

    Mari saudaraku, mari kita ceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan pada hidup kita. Jangan kita simpan sendiri… Jadilah seperti si orang kusta itu. Maka cerita-cerita kita akan menjadi pengharapan bagi orang-orang yang membutuhkannya.

    Berceritalah, bercerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

  • 2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    2019 Message : Jesus has risen in you, don’t waste it

    Matthew 28

    Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian ribuan tahun yang lalu.

    Tapi tahukah anda, Tuhan Yesus juga bangkit di dalam hati kita. Setiap pagi….

    Saat kita bangun pagi, sesungguhnya Tuhan sudah terlebih dahulu bangkit di hati kita.

    Mari kita mulai tahun 2019 untuk mulai belajar, atau belajar lagi. Belajar dari firman Tuhan. Belajar lagi dari Yesus.

    Kalau satu buku Alkitab dirasa berat, mari fokus pelajari Perjanjian Baru saja.

    Kalau Perjanjian Baru juga masih terasa berat, mari fokus pelajari salah satu kitab saja.

    Kalau satu kitab dirasa juga berat, ayo kita fokus pelajari kitab yang paling pendek di Perjanjian Baru yaitu Surat Yohanes yang ke dua (The Second Epistle of John). Hanya 1 1/3 halaman.

    Bacalah kitab itu setiap pagi, setiap pagi. Itu akan menjadi Goal besar setiap hari – menyelesaikan 1 kitab per hari. Bukankah terasa hebat ?

    Yesus sudah bangkit di dalam kita, biarlah bibit kecil itu terus bertumbuh besar sampai menutupi diri kita.

  • Did washed hands worth ? – Pilate act

    Apakah mencuci tangan seperti yang dilakukan oleh Pilatus berarti ?

    Setelah menetapkan Yesus untuk disalibkan, Pilatus mencuci tangannya dihadapan seluruh pengunjung sebagai perlambang bahwa ia tidak bersalah.

    Seperti tidak ada logikanya ya.

    Banyak pertanyaan yang muncul di kepala saya, mempertanyakan perbuatan-perbuatan Pilatus pada saat itu.

    Namun saya kemudian berpikir, bagaimana dengan saya?

    Apakah ternyata saya juga sering melakukan hal-hal yang Pilatus lakukan ? Memang tidak dalam bentuk fisik.

    Matius, pasal 26 dan 27 berbicara tentang pengkhianatan, atau penyangkalan dalam bentuk yang lebih sederhana.

    Petrus menyangkal…

    Yudas mengkhianati…

    Pilatus menyangkal…

    Bagaimana dengan kita? Apakah kita ternyata juga sering menyangkali Yesus? Menyangkali iman kita?

    Ya Tuhan, bantu saya untuk tetap setia.

  • Matthew chapter 10

    Matthew chapter 10 is about mentorship.

    Jesus teach His disciples before sent them out to do what He did before. Not just teach actually, but commanded them.

    In chapters before, Jesus “show” them how to preach, heal the sick, cleanse the lepers, raise the dead, and cast out demons. None of the task He command was never shown.

    Jesus commands His disciples to models Him. To do exactly like He did.

    And to make sure the disciples to act, He command them to leave with nothing, but Faith.

    And now I ask my self, if Jesus command me personally to do like the disciples did, what will I do? How am I gonna do it?

    And He did ask me. Deep inside my heart, my heart say He did ask you to do that. To preach…. to heal the sick…. to cleanse the lepers…. to raise the dead…. and to cast out demons…. Now, have you did that? Did you preach…? Heal the sick…? Cast demons…? Have you a courage to do that? Do you have the Faith?

    So what do I have to do to have such faith ?

    1. Read God’s Love Letter everyday.

    2. Pray to ask for that Faith.

    Simple 2 things that we also need commitment to do.

    Blessed you my friend. Let’s go…

  • “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    Luar biasa Firman Tuhan pagi ini.

    Injil Matius 5 dan 6, saya selalu suka saat membaca kedua pasal ini. Senantiasa menginspirasi dan memotivasi saya. Dan senantiasa saya gunakan saat saya memberi motivasi teman-teman saya.

    Dua pasal ini saya baru menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Champion of The Champion (walaupun itu terlalu kecil bagiNya). Namun Ia mengajarkan untuk selalu memberikan yang Terbaik. The best ! Bahkan The EXTREME BEST !!!

    Tidak hanya mengajarkan kita untuk melakukan sesuai yang dituliskan namun lebih dari itu.

    Wow, Praise The Lord.

    Apakah kita sudah senantiasa melakukan yang terbaik? Above the expectations ? Kepada pasangan kita, anak-anak dan keluarga kita, pekerjaan kita, bahkan kepada orang-orang yang berhubungan dengan kita.

    Masih merinding rasanya saat saya menuliskan artikel ini.

    Ayo, mari, kita berikan terbaik yang kita bisa, niscaya janji-janji Tuhan akan terjadi dalam hidup kita.

    Anda Janji ?

    Yuk…

  • Belajar meniti karir dari Alkitab

    Bible is a business book, bible is a book for everything, about everything.

    Hari ini membaca Matius pasal 3 dan 4, yang kalau boleh dianalogikan sebagai permulaan karir Tuhan Yesus.

    Inilah yang Tuhan Yesus alami atau lakukan :

    1. Dibaptis air dan roh kudus.
    2. Menjalani puasa fisik dan mental.
    3. Mulai berkotbah sendiri.
    4. Merekrut murid-murid
    5. Mengajar, memberitakan Injil, dan menyembuhkan orang sakit.

    Jika saya konversi ke versi karir :

    1. Membangun hubungan dengan Tuhan.
    2. Membangun karakter, nilai/value – Mengalahkan ego diri sendiri (self management).
    3. Mulai dari yang ada (diri kita sendiri dahulu).
    4. Membangun tim, mempersiapkan regenerasi.
    5. Memperluas cakupan layanan.

    Mohon maaf saya kesulitan memformulasikan dengan baik. Hati saya berpikir seperti itu, bahwa Tuhan Yesus juga meniti tangga karir (kalau kita melihatNya sebagai figur yang sukses).

    Yesus menjalani setiap tahapannya. Mulai dari hal kecil sampai akhirnya orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

    Memiliki visi Tuhan, itu adalah dasarnya.

  • Resolusi 2019 – Mulai dengan Mimpi

    Puji Tuhan, 2019 sudah tidak lama lagi.

    Memulai lagi komitmen untuk membaca alkitab. Menjadikan membaca alkitab 2 pasal sehari sebagai salah satu tantangan – challenge – resolusi di 2019 selain membaca 52 buku, 10k run finisher.

    Start from New Testament.

    Mimpi, Yusuf bertemu malaikat Tuhan di dalam mimpi. Tuhan berbicara melalui mimpi.

    Pernahkah kita bermimpi seperti Yusuf? Dream like Joseph had? Saya sendiri tidak tahu, kenapa tidak tahu ? Karena dulu saya pernah membuat quote : mimpi adalah petunjuk jalan hidupmu. Sangking seringnya saya merasakan de ja vu makanya saya buat itu.

    Tapi bukan mimpinya yang penting, tapi eksekusinya. Tidak ada gunanya mimpi indah, mimpi yang menginspirasi kalau kita hanya jadi pemimpi. Mimpi di siang bolong. Mari kita jalani mimpi kita. Walk the dream. Make our dream come true.

    Sama seperti Yusuf yang menjalankan perintah malaikat yang muncuk dalam mimpinya. Bayangkan kalau Yusuf diam saja. Ceritanya pasti akan jauh berbeda.

    Jadi yuk…. if you have a dream, lets make it come true.