Kucinta Alkitabku

Renungkan dan Bagikan

Tag: going extra mile

  • 22. 2 Timotius 6:1 – Memberi respect atau penghormatan

    22. 2 Timotius 6:1 – Memberi respect atau penghormatan

    Dapat rhema apa hari ini?

    Hari ini saya mendapat rhema yang sangat menarik, yang sangat menegur bagi saya pribadi.

    Ayat rhema saya hari ini

    ‭1 Timotius 6:1 TB‬
    Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.

    https://bible.com/bible/306/1ti.6.1.TB

    Renungan saya

    Ini menarik ini ayat ini, karena memiliki sudut pandang yang sangat tidak biasa. Dan ini mengingatkan saya juga akan beberapa kisah di Perjanjian Lama yang tokoh dalam kisah tersebut menunjukkan sikap ini.

    Zaman dulu mungkin memang banyak sekali perbudakan, bukan hanya di luar negeri termasuk di Indonesia, saat Indonesia dijajah sama artinya diperbudak.

    Apakah saat ini masih ada praktik perbudakan, kemungkinan besar masih ada walaupun kecil atau tidak terlihat.

    Yang menjadi rhema saya pagi ini tidaklah semata praktik perbudakan seperti dulu, namun lebih luas daripada itu yaitu perasaan diperbudak, menanggung beban perbudakan, seperti diperbudak. Entah kenapa hal itu yang saya tangkap dari ayat ini. Dan lebih luas lagi apalagi kita sebagai pekerja yang memperoleh bayaran. Yang hak-haknya dibayarkan, karena kalau budak yang sebenarnya mereka tidak punya hak sama sekali karena semua hidup mereka sudah menjadi milik tuannya.

    Paulus mengajarkan kepada kita yang memiliki perasaan seperti diperbudak, atau mungkin memang diperbudak agar menganggap tuan mereka layak mendapatkan segala penghormatan. Wah, bukan hanya satu tapi ternyata segala penghormatan. Kita harus respect kepada mereka. Dan begitu pula kalau kita sebagai karyawan. Ini adalah sudut pandang yang menarik, agar kita hendaknya menganggap tuan kita, atau atasan kita, atau pemimpin kita itu layak mendapatkan segala penghormatan.

    Segala sesuatu dimulai dari persepsi dan cara pandang, begitulah dengan menganggap layak, itu pun adalah persepsi atau cara pandang. Dan Paulus mengajarkan dasar atau alasannya mengapa kita harus melakukan itu yaitu agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat.

    Kita melakukan itu untuk nama baik Tuhan, termasuk menjalankan ajaran Tuhan dalam mengasihi sesama. Karena itu berarti jika kita tidak menganggap mereka layak apalagi seringkali berdasarkan perasaan kita sendiri yang pertama-tama kita jatuh dalam dosa, menghakimi orang lain karena dalam banyak situasi terutama kita yang berstatus pegawai atau bawahan kita tidak tahu semua hal, kita tidak paham semua latar belakang.

    Kemudian saya diingatkan juga pada salah satu Firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita harus menghormati pemimpin yang ditempatkan Tuhan atas kita, walaupun mereka memiliki banyak kekurangan.

    Lihatlah beberapa tokoh dalam perjanjian lama seperti Daniel, Mezakh, dan Abednego, kemudian Yusuf anak Israel, dan beberapa lagi. Mereka menunjukkan bagaimana menghormati pemimpin mereka.

    Semoga kita semua bisa belajar mengasihi sesama dalam hal ini adalah mengasihi tuan atau pemimpin yang ditempatkan Tuhan atas kita. Dan juga sebaliknya saat kita menjadi pemimpin maka kita pun mungkin hendaknya menganggap setiap orang yang ada dibawah kita layak untuk dikasihi.

    Amen

  • BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    BIBLE is Useless Unless Acted Upon

    Mark 4 The Parable of The Sower

    Jesus told us the parable of the sower.

    And I am sure that all of us have read the explanation about that either.

    What do you think ?

    We all want to be the good soil right? But how ? How can we be the good soil ?

    In verse 20 : They hear the message, accept it, and bear fruit…

    Does it true if we accept the message and then we change to be the good soil?

    No, no, no…. The Acceptance need to be deep one. We need to be active, not just accept by mouth, but in daily acts.

    It is useless if we said that we accept Jesus words but we still have sins.

    So if we want to be the good soil, act upon the messages, on daily basis.

    Pray for growth and Let us grow together in Christ. And let us bear fruits.

  • Matthew chapter 10

    Matthew chapter 10 is about mentorship.

    Jesus teach His disciples before sent them out to do what He did before. Not just teach actually, but commanded them.

    In chapters before, Jesus “show” them how to preach, heal the sick, cleanse the lepers, raise the dead, and cast out demons. None of the task He command was never shown.

    Jesus commands His disciples to models Him. To do exactly like He did.

    And to make sure the disciples to act, He command them to leave with nothing, but Faith.

    And now I ask my self, if Jesus command me personally to do like the disciples did, what will I do? How am I gonna do it?

    And He did ask me. Deep inside my heart, my heart say He did ask you to do that. To preach…. to heal the sick…. to cleanse the lepers…. to raise the dead…. and to cast out demons…. Now, have you did that? Did you preach…? Heal the sick…? Cast demons…? Have you a courage to do that? Do you have the Faith?

    So what do I have to do to have such faith ?

    1. Read God’s Love Letter everyday.

    2. Pray to ask for that Faith.

    Simple 2 things that we also need commitment to do.

    Blessed you my friend. Let’s go…

  • “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    “Go for Extra Mile” – is Jesus’ words

    Luar biasa Firman Tuhan pagi ini.

    Injil Matius 5 dan 6, saya selalu suka saat membaca kedua pasal ini. Senantiasa menginspirasi dan memotivasi saya. Dan senantiasa saya gunakan saat saya memberi motivasi teman-teman saya.

    Dua pasal ini saya baru menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Champion of The Champion (walaupun itu terlalu kecil bagiNya). Namun Ia mengajarkan untuk selalu memberikan yang Terbaik. The best ! Bahkan The EXTREME BEST !!!

    Tidak hanya mengajarkan kita untuk melakukan sesuai yang dituliskan namun lebih dari itu.

    Wow, Praise The Lord.

    Apakah kita sudah senantiasa melakukan yang terbaik? Above the expectations ? Kepada pasangan kita, anak-anak dan keluarga kita, pekerjaan kita, bahkan kepada orang-orang yang berhubungan dengan kita.

    Masih merinding rasanya saat saya menuliskan artikel ini.

    Ayo, mari, kita berikan terbaik yang kita bisa, niscaya janji-janji Tuhan akan terjadi dalam hidup kita.

    Anda Janji ?

    Yuk…